by

Ini Pandangan Kedua Paslon Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir 2021-2022 Tentang Kuantitas dan Kualitas Masisir

Informatikamesir.net, Kairo – Arief Mughni, Presiden PPMI Mesir 2019-2020, salah satu panelis Debat Kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden PPMI Mesir 2021-2022 menyatakan adanya perbedaan pandangan antara pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Ahsan-Kevin dan paslon nomor urut 02, Hafidz-Aldi. Adapun problematika yang dibahas adalah kuantitas dan kualitas mahasiswa Indonesia di Mesir (Masisir).


Paslon nomor urut 01, Ahsan-Kevin menyatakan, dengan kuantitas yang banyak, kualitas Masisir tidak menurun. Ahsanul Ulil Albab, calon Presiden PPMI Mesir 2021-2022 berargumen, pernyataan ini didasari oleh keberagaman minat dan bakat Masisir yang belum terwadahi.


“Tidak semuanya mesti berprestasi di kuliah namun juga bisa di media-media lainnya seperti jurnalistik, konten kreator. Saat ini kita belum mencium prestasi-prestasi baru karena kita belum memberikan ruang untuk mereka. Ruang bagaimana tentang analisi data pengamat politik teman-teman senang sekali hal-hal seperti itu,” Jelas Ahsan pada Segmen kedua Sesi kedua Debat Kandidat di Aula Darul Hasan Keluarga Masyarakat Jambi (KMJ) Mesir, Ahad, (25/4) lalu.


Mengenai hal ini, paslon nomor urut 01 menawarkan program seperti Dauratuna dan Dompet Masisir.


“Dauratuna mengajak Masisir untuk belajar bersama supaya dapat mengikuti perkembangan pembelajaran di Al-Azhar. Menaikkan dan mengangkat prestasi-prestasi Masisir yang sudah dilakukan mereka, akan tetapi tertutup oleh berbagai macam kasus-kasus yang sebenarnya tidak seberapa,” Papar Ahsan lagi.


Di lain sisi, paslon nomor urut 02, Hafizd-Aldi menuturkan kuantitas masisir saat ini tidak berbanding lurus dengan kualitas yang diharapkan. Hafizd Al-Haromain Lubis, calon Presiden PPMI Mesir 2021-2022 nomor urut 02, mengatakan bahwa kuantitas yang bayak patut disyukuri dan sebenarnya menguntungkan. Namun, kuantitas ini sekarang tidak berbanding lurus dengan kualitas yang diharapkan. Untuk itu, paslon nomor urut 02 mengusung program Forum Group Discussion (FGD) sebagai jalan keluar.


“Kita sudah berkonsultasi langsung dengan ketua senat Ushuluddin sekarang. Dengan cita-cita bagaimana kita ingin ada kelompok belajar yang terintegrasi yang mana nantinya kelompok belajar itu akan didorong PPMI (Mesir, red), tetap yang mengeksekusi adalah senat. Jadi PPMI Mesir tidak mengambil program senat. Dalam artian FGD yang artinya kelompok belajar untuk menikmati proses pembelajaran maka kita hadirkan program diskusi,” Ujar Hafizd.


Reporter: Indri Raisa Hanum
Editor: Naya Salsa

Comment

Berita Lainnya