Informatika Mesir
Home Berita terkini Diaspora Harus Pulang Atau Membangun Karier di Luar Negeri? Duta Besar: Bisa Kedua-duanya

Diaspora Harus Pulang Atau Membangun Karier di Luar Negeri? Duta Besar: Bisa Kedua-duanya

Dubes Kuncoro dalam sesi wawancara pada Grand Opening Simposium PPID ke-18. Sumber: Tim Informatika Mesir

Informatikamesir.net, Kairo – Kuncoro Giri Waseso sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir menyampaikan bahwa pelajar diaspora memiliki 2 jalur setelah studi, antara pulang ke tanah air atau membangun karier di luar negeri. Hal tersebut disampaikan dalam sesi wawancara bersama media Masisir di acara Grand Opening Simposium PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Dunia ke-18 yang diselenggarakan pada Sabtu (19/9) di Al-Azhar Conference Center, Al-Manteqah Al-Oula.

“Apakah harus ditarik pulang atau membangun karier dan beraktivitas di luar negeri. Kita mengambil dua-duanya. Ada saatnya ketika negara kita membutuhkan talenta-talenta, membutuhkan diaspora yang memiliki bakat, mempunyai keterampilan dan keahlian yang bagus untuk membangun dan men-support, serta mengembangkan cita-cita Indonesia di dalam negeri. Namun demikian, ada kalanya beberapa dari mereka juga sangat bermanfaat ketika berada di luar negeri. Kita perlu juga mendorong mereka mengembangkan jejaringnya, karena ketika berbicara masyarakat internasional, kepentingan kita tidak hanya dalam domestik,” jawab Kuncoro.

Dalam wawancara tersebut, Duta Besar juga menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangga kepada para diaspora, khususnya Masisir yang telah menjaga citra bagus dan belajar dengan baik di luar negeri. Karena hal tersebut bisa dijadikan sebagai pegangan bagi diaspora di mana pun berada.

“Saya selalu bangga dengan diaspora kita, sangat bangga dengan masyarakat Indonesia di luar negeri. Tidak hanya mahasiswa, tentunya juga semua komponen, stakeholder yang ada, termasuk PPMI Mesir. Dalam kesempatan ini, tentunya saya juga ingin berterima kasih kepada diaspora khususnya Masisir yang sudah membangun citra bagus, bertugas, dan belajar dengan baik. Ini menjadi pegangan buat semua diaspora di manapun berada, di belahan bumi mana pun,” jelas Kuncoro.

Kuncoro juga menjelaskan output jangka panjang yang diharapkan setelah terselenggaranya simposium, khususnya kepada para panitia dan delegasi yang hadir pada acara tersebut. Ia berharap bahwa simposium ini tidak hanya sekadar selesai, tetapi juga memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk simposium yang ke-19.

“Ini juga termaktub dalam apa yang saya sampaikan tadi. Melalui panitia yang sekarang ini, jaga jalannya acara supaya berlangsung dengan baik, prosesnya terbuka, bagus. Sehingga ini nanti tidak hanya sekadar selesai, tapi juga memberikan path untuk simposium berikutnya, dan dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi yang ada, kemudian ditindaklanjuti nantinya. Mengenai bentuknya seperti apa, tentunya mereka baru akan mulai hari ini, jadi kita belum bisa mengatakan apa-apa,” tegas Kuncoro.

Reporter: Ferdian Hudatullah

Editor: Sayyaf Izzuddin

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad