Soroti Polemik Pencalonan Gibran, Ariyadi: Jadi Pembelajaran agar Kesalahan Masa Lalu Tidak Terulang
Informatikamesir.net, Kairo — Polemik seputar pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dinilai dapat menjadi pembelajaran politik dan hukum bagi masyarakat agar kesalahan masa lalu tidak terulang. Hal itu disampaikan Ariyadi Saputra, Lc,. M.A. selaku pemateri dalam Dialektika Vol. 2 yang diselenggarakan Sema FSQ (Senat Mahasiswa Fakultas Syariah wa Qanun) Mesir pada Rabu (30/9) di Kafe Wasiyah, Hay Sabie.
Ariyadi selaku kandidat Doktor Hukum Publik Universitas Al-Azhar Kairo, hadir sebagai pemateri dalam diskusi bertajuk “Dialektika Dinamika Hukum Tata Negara dan Politik dalam Syarat Pendidikan Cawapres serta Batas Kewenangan Mahkamah Konstitusi”. Diskusi tersebut membahas syarat pendidikan calon wakil presiden dalam pencalonan Gibran, keabsahan pendaftarannya, serta batas kewenangan MK (Mahkamah Konstitusi) dalam menangani perkara tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Ariyadi menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami polemik ini saat pemilu 2024 lalu. Menurutnya, gerakan para aktivis yang kembali mengangkat persoalan tersebut tidak seharusnya dipandang sekadar mengikuti tren atau FOMO karena terdapat prinsip dan nilai yang mereka perjuangkan.
“Polemik ini tentu menjadi momen berharga bagi rakyat Indonesia guna memberikan pelajaran politik dan hukum agar rakyat terhindar dari kesalahan-kesalahan di masa lalu. Para aktivis yang melakukan gerakan ini tidak sekadar ikut tren atau FOMO, sebaliknya ada prinsip-prinsip yang diperjuangkan dan nilai-nilai yang disampaikan,” ujar Ariyadi.
Ariyadi menambahkan bahwa kedewasaan dan kesadaran rakyat adalah pilar demokrasi yang harus dijaga. Menurutnya, jika pilar tersebut gagal terpenuhi maka rakyat hanya akan menjadi budak bagi para diktator yang tidak bertanggung jawab.
Maalik Ikraam Madany selaku Plt. Ketua Sema FSQ Mesir menuturkan bahwa acara ini spesial dan jarang ada di lingkungan Masisir. Maalik berharap semakin banyak lagi diskusi seputar isu politik yang bisa diangkat agar masisir memiliki wadah untuk sama-sama mencari ilmu dan kebenaran, juga bentuk pencegahan dari berbagai spekulasi liar.
“Acara ini dibuat sebagai wadah bagi Masisir untuk mencari ilmu dan kebenaran, bukan tempat untuk berspekulasi liar,” ujar Maalik.
Reporter: Muhammad Fajar Nailus Sifa
Editor: Fahdi Rantisi




