Memupuk Spirit Azhari Ideal, ITTIBA 2026 Tekankan Integrasi Ilmu dan Manhaj

Informatikamesir.net, Kairo — Talkshow bertajuk “Memupuk Spirit Azhari yang Ideal” menjadi salah satu rangkaian utama dalam kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) Fakultas Ushuluddin bertajuk ITTIBA 2026 yang digelar di Aula Markaz Syaikh Zayed, Kairo, Rabu (8/4).
Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Asyaif Muntaha sebagai pemateri dengan Zidny Hudaya Ahmad sebagai moderator, serta diikuti oleh mahasiswa baru (maba) Fakultas Ushuluddin.
Dalam pemaparannya, Asyaif menegaskan bahwa “Azhari” bukan sekadar identitas formal, melainkan sebuah manhaj yang harus tertanam dalam diri setiap mahasiswa. Asyaif juga menekankan bahwa proses pembelajaran di Al-Azhar tidak dapat hanya mengandalkan perkuliahan formal.
“Talaqqi dan perkuliahan formal harus berjalan beriringan untuk membentuk Azhari yang ideal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asyaif menjelaskan bahwa Fakultas Ushuluddin memiliki peran penting dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam membantah berbagai syubhat yang muncul seiring perkembangan ilmu modern. Ia juga mengingatkan mahasiswa baru untuk mulai membangun identitas diri sejak awal masa studi.
“Dalam satu hingga tiga tahun ke depan, kalian ingin dikenal sebagai apa, itu kembali kepada diri masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana ITTIBA 2026, Muhammad Hafid Akbar, mengatakan bahwa kegiatan tahun ini mengusung dua pilar utama, yaitu reaktualisasi nilai Azhari dan Ushuli serta integrasi tujuan mahasiswa.
Menurut Hafid, kedua pilar tersebut diangkat sebagai respons atas fenomena mahasiswa baru yang kerap kehilangan arah selama menjalani studi di Mesir.
“Kami ingin menghadirkan kembali nilai dasar seorang Azhari dan Ushuli, sekaligus membantu mahasiswa baru mengintegrasikan tujuan mereka sejak awal,” jelas Hafid.
Hafid menambahkan bahwa pemilihan Muhammad Asyaif Muntaha sebagai pemateri didasarkan pada kapasitasnya sebagai role model mahasiswa Ushuluddin. Meski masih berada di tingkat dua, Asyaif telah menulis dan menerbitkan kitab di bidang mantik.
“Beliau adalah contoh nyata Azhari muda yang produktif dan berprestasi. Itu yang ingin kami tunjukkan kepada mahasiswa baru,” tambahnya.
Talkshow ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk karakter mahasiswa Ushuluddin yang tidak hanya memahami ilmu, tetapi juga mengamalkan manhaj Azhari secara utuh.
Reporter: Umar Mogalana
Editor: Hening Nur Laila
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini



