PPMI Sahkan Anggaran Beasiswa Pendidikan untuk Masisir
Informatikamesir.net, Kairo – PPMI Mesir resmi mengesahkan anggaran sebesar 54.000 Paun Mesir untuk program beasiswa pendidikan di termin 1. Anggaran tersebut disepakati dalam Sidang Pleno II BPA (Badan Permusyawaratan Anggota) PPMI Mesir pada Kamis (1/10) di Aula Griya KSW, Hay Asyir.
Moch. Fikri Abdul Azis, Lc., selaku Wakil Presiden PPMI Mesir menyampaikan program baru ini ditargetkan menyasar 50 mahasiswa dengan rincian anggaran per kepala sekitar 1.000 Paun. Beasiswa ini tidak diberikan dalam bentuk tunjangan bulanan, tetapi dialokasikan untuk salah satu dari dua kebutuhan, yakni pembayaran rusum atau iqamah.
“Bentuk beasiswanya bukan yang per bulan, tapi kita mulai dengan yang kecil dulu, antara rusum atau iqamah,” ujar Fikri.
Fikri menjelaskan pendanaan program ini diupayakan berasal dari donatur. Adapun anggaran PPMI disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila dana yang dihimpun dari donatur belum mencukupi.
“Kalau (dari donatur) bisa menutupi semua itu, kita tidak perlu pakai kas PPMI,” kata Fikri.
Kriteria penerima beasiswa pada termin ini akan mengutamakan mahasiswa yang tergolong tidak mampu. Prestasi menjadi pertimbangan berikutnya apabila jumlah calon penerima yang memenuhi kriteria melebihi kuota.
“Kalau kita menemukan 70 orang yang tidak mampu, harus diseleksi jadi 50. Baru dari 70 itu kita seleksi lewat prestasi,” jelas Fikri.
Namun, batasan kategori “tidak mampu” serta mekanisme seleksi penerima masih dalam tahap pembahasan. PPMI juga belum menentukan apakah program tersebut akan diperuntukkan bagi mahasiswa S1, S2, atau seluruh jenjang.
Fikri menjelaskan, pemilihan rusum atau iqamah sebagai kebutuhan yang dibiayai didasarkan pada pertimbangan bahwa keduanya merupakan kebutuhan mahasiswa yang mendesak. Selain itu, biaya rusum dan iqamah dinilai lebih jelas ukurannya dibandingkan kebutuhan lainnya.
Program beasiswa ini merupakan salah satu program unggulan yang diusung sejak masa kampanye dan kini berada di bawah Kemensosbudora (Kementerian Sosial, Budaya, dan Olahraga). Menurut Fikri, besaran anggaran yang relatif kecil tersebut karena program yang baru dimulai pada tahun ini.
Reporter: Sayyaf Izzuddin
Editor: Fahdi Rantisi





