Gubernur KPJ: Anggapan Budaya Betawi Kuno Sudah Tak Relevan
Informatikamesir.net, Kairo – Gubernur KPJ (Keluarga Pelajar Jakarta) Mesir Ahmad Nurroin menilai anggapan yang menyebut budaya Betawi sebagai budaya kuno sudah tidak lagi relevan. Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Jakarta Event XII yang digelar di masrah Galal El-Sharkawy, Ramses, Rabu (29/07).
“Saya kira stigma negatif itu sudah tenggelam bersama orangnya,” sebut Oin.
Menurutnya, di tengah pesatnya pembangunan Jakarta yang semakin modern, budaya Betawi justru harus terus diperkenalkan agar tidak kehilangan tempat di tengah masyarakat, terutama mereka yang ada di perantauan.
Sebelumnya, Oin menyebutkan pelestarian budaya sudah semestinya menjadi tanggung jawab generasi muda, termasuk mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Menurutnya, budaya Betawi bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus tetap hidup seiring perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Jakarta Event XII Raja Amar Jayakarta juga menyebutkan alasan di balik diusungnya tema “Global kotanya, Betawi budayanya” pada Jakarta Event kali ini. Raja sepakat bahwa Jakarta yang notabene adalah Ibukota mendapat tantangan paling besar dibandingkan daerah lain dalam melestarikan budayanya.Di balik kehadiran banyaknya pendatang di Jakarta, budaya Betawi masih tetap lestari hingga kini.
“Modernisasi adalah sebuah keniscayaan, akan tetapi namanya sebuah budaya–apalagi kita orang-orang Betawi, orang-orang Jakarta yang sudah mempunyai komunitas–tinggal bagaimana kita mengelaborasi kedua hal itu menjadi hal yang berwarna. Tanpa menampikkan modernitas, kita masih bisa berbudaya kok. Dengan cara apa? Dengan cara mengaktualisasikan budaya di era modern.” Jelas Raja dalam sesi wawancara bersama reporter Informatika Mesir.
Pada Jakarta Event kali ini, panitia turut menghadirkan berbagai pertunjukan kesenian dan budaya khas Betawi, mulai dari Marawis, silat, tari-tarian seperti Tari Nandak Anjer dan Tari Gajag-Gijig, hingga penampilan band dan drama.
Tak lupa, berbagai makanan khas Betawi juga menghiasi lapak bazar yang disediakan panitia untuk memperkenalkan warisan kuliner Betawi yang beraneka ragam.
Reporter: Sayyaf Izzuddin
Editor: Faqih Billah





