Baitul Mal PPMI Hadirkan Beasiswa dengan Standardisasi Khusus
Informatikamesir.net, Kairo – Baitul Mal PPMI Mesir akan menghadirkan beasiswa dengan penilaian berdasarkan prestasi dan kebutuhan sosial Masisir. Hal tersebut dijelaskan oleh Abdullah Azzam Ihsan selaku Ketua Baitul Mal PPMI Mesir pada Kamis (16/07) di Nadi Syarikah Moyah (Cairo’s Water Company Club), Abbasiya dalam sebuah sesi gelar wicara saat hari pertama Bazantara 2026.
“Beasiswa yang ada di Masisir sekarang kalau bukan beasiswa luar, berarti beasiswa lokal dari Indonesia. Beasiswa luar, mereka tidak punya kemampuan untuk meraih orang-orang yang benar-benar membutuhkan, kalau beasiswa lokal semuanya berdasarkan nilai seperti Asfa dan Baznas,” ucap Azzam.
Azzam menjelaskan bahwa pihak yang bisa mengetahui sosial Masisir secara mendalam adalah KBRI Kairo dan PPMI Mesir sehingga beasiswa PPMI Mesir menjadi pelopor kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dengan syarat prestasi.
“Beasiswa PPMI Mesir menjadi pelopor beasiswa yang benar-benar memastikan kepada yang membutuhkan, tetapi dia berprestasi. Dia terhalang dari potensinya karena ia bekerja. Orang-orang seperti itu ada di Masisir, tidak banyak. Cuman yang bisa menjangkau sampai ke situ siapa lagi kalau bukan PPMI,” jelas Azzam.
Lebih lanjut, Azzam menerangkan bahwa Baitul Mal bekerja sama dengan Dewan Konsultatif Syariat Baitul Mal yang memiliki standardisasi tersendiri dalam penentuan kelayakan penerima manfaat. “Nanti insyaallah tim Baitul Mal dengan Dewan Konsultatif Syariat (Baitul Mal) akan menentukan pemasukan minimal untuk bisa hidup di Mesir sehingga kita bisa menentukan kalau di bawah itu berarti dia fakir atau miskin,” jelas Azzam.
Namun, Azzam menambahkan apabila Masisir tersebut mendapatkan suatu beasiswa yang melebihi standar minimal kehidupan di Mesir, maka posisinya tidak menjadi prioritas dalam penerima manfaat kecuali sudah dalam kondisi berkeluarga yang menyebabkan kehidupannya dalam kategori tidak mampu.
“Kecuali dia berkeluarga—misalnya—dan ternyata kebutuhannya melebihi dari beasiswa tersebut sehingga dikhawatirkan (ia sekeluarga termasuk ke dalam kategori) tidak mampu,” tutup Azzam.
Reporter: Muhammad Naufal Luthfi
Editor: Afifah Azmi Saiyidah
Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!
Klik di sini




