Informatika Mesir
Home Sorotan Bongkar Isi Kepala Pelukis Melalui Lukisannya

Bongkar Isi Kepala Pelukis Melalui Lukisannya

Sumber: dok. tim Informatika Mesir

Informatikamesir.net, Kairo – Sebuah karya seni tidak selalu hadir hanya untuk dinikmati secara visual. Di balik warna, bentuk, dan goresan, terdapat gagasan yang dapat membawa penikmatnya pada persoalan yang lebih luas. Hal tersebut terlihat dalam pameran lukisan “Arah dan Akar” yang diselenggarakan oleh ZONASI (Zona Literasi) pada Rabu (30/9) di Zone Cafe, Gamalia.

Jika biasanya pameran karya seni dilengkapi dengan deskripsi di setiap dindingnya. Kali ini seluruh karya sengaja dibiarkan tanpa adanya keterangan tertulis. Konsep ini dihadirkan untuk memicu daya kritis pengunjung agar dapat memproses, merenung, dan menafsirkan makna karya secara mandiri tanpa terikat arahan naratif. Namun, tetap ada penjelasan langsung dari perupa jika ditanya.

Deflorasi Psikis karya Latif Desain

Sumber: dok. tim Informatika Mesir

Lukisan ini menceritakan tentang kompleksitas kondisi psikologis dari korban deflorasi yang berantakan dan chaos setelah terjadinya deflorasi tersebut. Sebelum melahirkan karyanya, Latif Desain, sapaan akrab Isa Latif Zein mengaku sempat membaca 100 halaman pertama buku Ta’shil Islami Li Al-Dirasat karya Muhammad Izzudin Taufiq yang mengupas tuntas tentang penyakit mental. Dari bacaan panjang dan renungan itulah, ia mulai melukis di keesokan harinya.

Di Dalam Periuk Karya Muhammad Khair 

Sumber: dok. tim Informatika Mesir

Lebih lanjut, lukisan ini menceritakan tentang keresahan pribadi Khair sang pelukis sebagai mahasiswa di perantauan yang dituntut secara akademik dan hidup mandiri. Namun di lain sisi, Khair tetap berusaha menyalurkan hobi. Khair juga memaparkan makna di balik karyanya yang memuat simbol buku sebagai tuntutan akademik, pesawat sebagai representasi status perantau yang akan pulang membawa hasil. Adapun unsur daun terinspirasi dari Bambang Ardiansyah seorang seniman Yogyakarta Bambang Ardiansyah yang melambangkan proses terus tumbuh, di mana ia juga menyoroti kebiasaan anak muda yang kerap mengalihkan perhatian saat lelah, serta menyematkan simbol rokok sebagai bentuk “meditasi” personal. Ia juga menyampaikan tentang pentingnya berhenti sejenak dan “melamun” guna menemukan solusi tak terduga.

Semakin malam, kehadiran pengunjung semakin meningkat. Sejumlah pengunjung turut bertanya langsung kepada panitia untuk menanyakan konsep dan latar belakang karya lukisan yang dipajang. Selain pameran seni rupa, agenda kegiatan juga memuat pembacaan puisi, sesi renungan malam, serta pertunjukan wayang berbahasa Jawa yang digelar di lantai atas kafe.

Pentas seni “Akar & Arah” yang diinisiasi oleh ZONASI di Zone Cafe akhirnya ditutup dengan persembahan stand up comedy. Menanggapi keseluruhan rangkaian acara tersebut, Nisaul Mufidah selaku pengunjung menilai bahwa melalui paduan seni visual yang provokatif, sastra, dan ruang diskusi yang cair. Menurut Nisaul acara “Akar & Arah” membuktikan bahwa pameran mahasiswa bukan sekedar ajang seremonial, melainkan wadah perlawanan intelektual dan ruang aman untuk menyuarakan keresahan kolektif.

Reporter: Kamila Rahman

Editor: Faqih Billah

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad