Informatika Mesir
Home Berita Ringan Amiyah Bukan Penghalang Menuntut Ilmu di Al-Azhar

Amiyah Bukan Penghalang Menuntut Ilmu di Al-Azhar

Sumber: Istimewa

Informatikamesir.net, Kairo – Dalam menuntut ilmu tentu kita akan selalu dihadapkan oleh berbagai persoalan. Mulai dari persoalan ekonomi, sosial, budaya, hingga salah satu yang paling sering didapati yaitu akses serta kemampuan untuk mendapatkan ilmu itu sendiri. Hampir seluruh mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Al-Azhar pasti pernah mengalami persoalan tersebut. Dimana kemampuan bahasa amiyah merupakan tantangan yang cukup berat untuk dihadapi.

Namun, sebenarnya hal tersebut bukanlah penghalang. Justru bisa menjadi dorongan utama bagi kita untuk terus memperbaiki serta meningkatkan kemampuan yang selama ini dianggap berat. Dari hasil wawancara bersama Nadira Osman, selaku mahasiswa tingkat 4 yang berhasil meraih predikat mumtaz pada acara Takrim Mutafawwiqin Fakultas Ushuluddin tahun ini. Nadira menuturkan beberapa poin penting dalam pembelajaran serta peningkatan diri untuk para Masisir:

Pentingnya Muhadarah

Poin pertama ini tentu menjadi kunci utama. Selaras dengan pernyataan sebelumnya, bahwa bahasa amiyah bukan menjadi halangan, bahkan bisa menjadi alasan kuat untuk datang Muhadarah. “Karena yang dibutuhkan dari kuliah, utamanya bukanlah materi yang kita serap, tapi mulailah dari rajin datang ke kelas,” ucap Nadira.

Memilih Lingkungan

Selain membiasakan diri untuk rajin kuliah, waktu diluar kuliah juga sangat penting. Seperti mencari lingkungan yang rajin muzakarah atau setidaknya lingkungan yang tidak mengambil waktu Muhadarah kita.

Meningkatkan Diri Sendiri

Setelah semua pembahasan yang dituturkan, tentu semua tetap kembali kepada pribadi masing-masing. Dimana niat serta sikap kita sehari-hari pasti akan mempengaruhi kualitas diri kita sendiri. Maka memperbanyak muhasabah dan introspeksi tidak boleh dilewatkan.

Di akhir wawancara Nadira juga menambahkan bahwa doa orang tua dan para guru tetap menjadi hal penting untuk meraih kunci tersebut. “Yang pasti doa kita dan orang tua tetap menjadi hal yang wajib. Tidak pantas rasanya jika hal ini dimasukkan ke dalam poin-poin tersebut. Karena berdoa adalah kebutuhan kita kapan saja, bukan hanya saat ingin belajar apalagi hanya saat ujian,” pungkas Nadira.

Reporter: M. Fauzan Abdurrohman

Editor: Dinda Nauli 

Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad