fbpx

APBO PPMI Sentuh Angka EGP 988.980,50. Sesuaikah dengan Dana Kas Yang Ada? Dipaksa Pindah Sekretariat, MPA-BPA-WIHDAH PPMI Mesir Terbitkan Petisi Penolakan Jika Markas PPMI Mesir Tidak Pindah, Wisma Nusantara Terancam Roboh? Tanpa Ujian Kemenag, Pemegang Ijazah Muadalah Dapat Langsung Daftar Kuliah di Al-Azhar PPMI Mesir Kecolongan! USD 2.525 Hasil Iuran Maba 2022 Raib Jadi Piutang untuk ‘Senior’ yang Identitasnya Disembunyikan

Internasional · 22 Sep 2022 07:52 WIB ·

Pound Mesir Terus Melemah, Haruskah Harga Komoditas Semakin Melonjak?


Pound Mesir Terus Melemah, Haruskah Harga Komoditas Semakin Melonjak? Perbesar

Informatikamesir.net, Kairo – Pada Senin, (19/9/2022) nilai jual pound Mesir (EGP) mencapai pada angka EGP 19,44 untuk satu dolar Amerika (USD) dan EGP 19,37 untuk nilai belinya. Dilansir dari Sky News Arabia, sejak awal tahun ini, pound Mesir telah kehilangan sekitar 23 persen nilainya. Ali Metwally, seorang ekonom dan analis risiko di Infospectrum Consulting yang berbasis di London memprediksi kemungkinan penurunan pound dalam kecepatan yang lebih tinggi beberapa hari mendatang hingga mencapai tingkat yang diperkirakan pasar saat ini yaitu EGP 22,00 per USD 1,00 akhir tahun nanti.

Penurunan nilai ini juga mempengaruhi harga pound Mesir di depan mata uang rupiah (IDR) yang pada Senin, (19/9/2022) kemarin mencapai EGP 1,29 per IDR 1000,00 pada laman Xe salah satu perusahaan alat dan layanan valuta asing online yang berbasis di Kanada.

Masih dari Sky News Arabia, jika prediksi yang disebutkan tadi benar, maka ini akan menjadi penurunan level historis yang belum pernah terjadi sebelumnya pada mata uang Mesir yang saat ini hanya tersisa beberapa piaster lagi untuk melampaui harga terendah sebelumnya yaitu EGP 19,51 per USD 1,00 pada 20 Desember 2016 silam.

Melansir dari BBC, para ahli mengaitkan depresiasi mata uang lokal Mesir ini dengan dampak negatif dari krisis Ukraina, kenaikan harga komoditas, gangguan lalu lintas barang, penurunan pendapatan Mesir dari pariwisata dan keluarnya uang panas dari sebagian besar pasar negara berkembang.

Seorang ekonom Alia Mamdouh mengatakan dalam wawancaranya kepada Sky News Arabia bahwa penurunan nilai tukar pound baru-baru ini adalah upaya Mesir yang sedang mencari pinjaman baru dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk memenuhi persyaratan IMF yang selalu mendesak negara-negara untuk mengikuti kebijakan nilai tukar yang fleksibel.

Menurut BBC, hal itu akan mengakibatkan peningkatan pada harga komoditas di Mesir yang sangat dipengaruhi oleh devaluasi pound terhadap dolar, sebagai negara yang mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pangan, energi, dan teknologi modernnya. Salah satu yang menguatkan kemungkinan kenaikan harga di pasar Mesir adalah penghapusan kebijakan dolar bea cukai, yang digunakan untuk memungkinkan harga preferensial untuk barang-barang impor.

Meski begitu, beberapa peneliti ekonomi percaya bahwa pasar Mesir tidak dikendalikan oleh faktor penawaran dan permintaan. Hal ini membuat beberapa pedagang menaikkan harga barang tanpa alasan yang dapat diterima. Seperti yang ditegaskan Dr. Hisham Ibrahim, profesor keuangan di Universitas Kairo, bahwa apa yang terjadi adalah penurunan kecil dalam harga pound dan bukan penurunan besar, dan seharusnya tidak mempengaruhi harga, namun berbeda halnya di Mesir, ada pihak- pihak yang akan memanfaatkan kenaikan dolar di atas 19 pound ini untuk menaikkan harga komoditas.

Alaa Abdel Halim, Anggota Dewan Perusahaan Efek Al Rowad menegaskan bahwa harga bahan dasar telah meningkat di seluruh dunia dan kenaikan harga di pasar Mesir untuk komoditas ini adalah normal dan merupakan masalah global. Sementara itu pemerintah Mesir berusaha mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter, menaikkan suku bunga, menawarkan sertifikat tabungan dengan pengembalian tinggi untuk mengurangi likuiditas di pasar dan mengurangi permintaan yang dapat menyebabkan “stagnasi inflasi” dalam arti bahwa harga komoditas tersebut tidak berkurang meskipun terjadi penurunan permintaan yang signifikan.

Reporter: Saudah Tsabita

Editor: Kholid Arham

 

Artikel ini telah dibaca 154 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

Bekerja Sama dengan Perusahaan Internasional, Mesir Kembangkan Transportasi Monorel

28 July 2022 - 10:15 WIB

rsz image 1 cairo monorail 85x85 - Bekerja Sama dengan Perusahaan Internasional, Mesir Kembangkan Transportasi Monorel

Kemenkes Palestina Kabarkan Seorang Wartawan Tewas Tertembak Saat Meliput

11 May 2022 - 21:43 WIB

21 22 31  124683765  124673515 mediaitem124673511.jpg 85x85 - Kemenkes Palestina Kabarkan Seorang Wartawan Tewas Tertembak Saat Meliput

Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,4 Guncang Kota Kairo

5 December 2020 - 19:52 WIB

IMG 20201205 WA0031 85x85 - Gempa Berkekuatan Magnitudo 5,4 Guncang Kota Kairo

Komite CIBF Sampaikan Pameran Buku Internasional Kairo ke-52 Akan Diadakan pada Pertengahan Tahun Depan

26 November 2020 - 18:39 WIB

Pameran Buku Internasional Kairo. (Sumber: english.ahram.org.eg/)

Tanggapi Kabar Dugaan Mayat Wanita Berkewarganegaraan Indonesia, Presiden PPMI Mesir: Masih Kita Proses Kevalidannya

24 November 2020 - 20:29 WIB

Mayat wanita ditemukan di Kafr El Sheikh. (Sumber: m.youm7.com)

Banjir Besar di Sudan, Jubir Pertahanan Sipil Sudan: Banjir yang Terjadi Telan 150 Korban

7 September 2020 - 08:50 WIB

Banjir di Sudan. (Sumber: www.alghad.tv)
Trending di Aktualita