Informatika Mesir
Home Berita Ringan Kenali Fanous, Lentera Ikonik Penanda Ramadan di Mesir

Kenali Fanous, Lentera Ikonik Penanda Ramadan di Mesir

Fanous yang tergantung di salah satu jalanan di Mesir. Sumber: Pinterest.

Informatikamesir.net, Kairo — Fanous menjadi salah satu ikon Mesir ketika datangnya Ramadan. Lentera ini menghiasi rumah-rumah warga Mesir dengan warnanya yang beragam. Di balik meriah dan menariknya fanous, ia memiliki sejarah panjang lebih dari seribu tahun lalu.

Keberadaan fanous telah tercatat sejak ratusan tahun yang lalu. Mulanya, ia sebatas penerang jalan yang digunakan pada malam hari. Asal-usul kisah fanous dimulai semenjak daulah Fatimiah dengan beberapa riwayat cerita, lalu menyebar ke seluruh penjuru Arab hingga kemudian ke seluruh dunia.

Asal-Usul Fanous dalam Riwayat-Riwayat Daulah Fatimiah

Riwayat pertama mengatakan bahwa Fanous bermula tatkala Muiz li Dinillah, salah satu pemimpin Fatimiah, memasuki kota Kairo pada malam hari. Saat itu, ia baru saja kembali dari wilayah Magrib (Maroko) bertepatan pada hari kelima Ramadan tahun 358 Hijriah.

Masyarakat Mesir berbondong menyambut Muiz li Dinillah di pinggiran gurun dalam sebuah arak-arakan besar yang diikuti oleh laki-laki dan perempuan baik dewasa maupun anak-anak. Mereka membawa obor dan fanous yang berwarna untuk menerangi jalan. Sejak saat itu, fanous selalu menerangi jalanan hingga berakhirnya bulan Ramadan, lalu menjadi tradisi yang dilakukan setiap tahun.

Riwayat kedua menceritakan bahwa ada salah seorang pemimpin Fatimiah menginginkan agar jalanan Kairo selalu diterangi sepanjang malam pada bulan Ramadan, maka ia memerintahkan seluruh pengurus masjid untuk menggantung fanous dan menempatkan lilin di dalamnya. Seiring berjalannya waktu, fanous menjadi bagian dari tradisi Ramadan di Mesir meskipun dinasti Fatimiah telah runtuh. Kini, daya tarik lentera tersebut pada bulan Ramadan menghadirkan suasana yang khas, berbeda dengan bulan-bulan Islam lainnya.

Fanous juga memiliki riwayat cerita lain yang unik. Pada zaman pemerintahan Al-Hakim bi Amrillah, cucu Muiz li Dinillah, bulan Ramadan menjadi satu-satunya bulan yang dibolehkan bagi perempuan untuk berjalan keluar rumah.

Syarat yang ditetapkan oleh sang pemimpin adalah anak laki-laki harus berjalan di depan perempuan sambil memegang fanous yang menyala. Tujuannya untuk memberi peringatan para lelaki yang berada di jalan bahwa seorang perempuan sedang melintas, sehingga mereka memberikannya jalan.

Perkembangan Fanous dari Seng hingga Kaca Berwarna

Dahulu, fanous terbuat dari bahan seng yang murah. Seiring perkembangan zaman, pembuatan fanous menjadi seni tersendiri yang akhirnya memunculkan inovasi para perajinnya berupa kreasi melalui ukiran dan ornamen tangannya.

Tidak berhenti sampai di sana, para perajin juga mencari bahan material hingga akhirnya beralih kepada tembaga dan kaca berwarna, dilengkapi alas kayu sebagai tempat lilin penerangan. Setelah itu ukuran fanous turut mengalami perubahan sesuai perkembangan zaman.

Sistem pencahayaannya yang semula dengan lilin berganti menjadi minyak dan sumbu. Hingga kini, industri fanous terus mengalami kemajuan dengan penggunaan bahan yang kian bervariasi mulai dari kayu arabes, logam, tembaga, plastik, hingga kain khas yang dikenal dengan khayamiah.

Kawasan Produksi Fanous di Mesir

Walaupun fanous kini menjadi ikon musiman Ramadan, kegiatan produksinya tetap berlangsung sepanjang tahun. Terutama industri fanous sendiri telah merambah hingga ke daratan Tiongkok. Meski demikian, Kairo tetap menjadi tempat asal lentera tersebut dan terus memainkan peran sentral dalam proses pembuatannya.

Daerah bernama Taht Al-Raba’ dianggap sebagai tempat termasyhur dan terbesar dalam industri fanous sepanjang sejarah. Sebagaimana di sana juga terdapat lokakarya pembuatan fanous terbesar. Daerah tersebut terletak di antara kawasan Al-Azhar Al-Sharif dan Berket Al-Feel di Hay Sayidah Zainab.

Reporter: M. Naufal Luthfi

Editor: M. Saladin Ghaza Al Arsyad

Mari bergabung untuk mendapatkan info menarik lainnya!

Klik di sini
Comment
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ad