fbpx

APBO PPMI Sentuh Angka EGP 988.980,50. Sesuaikah dengan Dana Kas Yang Ada? Dipaksa Pindah Sekretariat, MPA-BPA-WIHDAH PPMI Mesir Terbitkan Petisi Penolakan Jika Markas PPMI Mesir Tidak Pindah, Wisma Nusantara Terancam Roboh? Tanpa Ujian Kemenag, Pemegang Ijazah Muadalah Dapat Langsung Daftar Kuliah di Al-Azhar PPMI Mesir Kecolongan! USD 2.525 Hasil Iuran Maba 2022 Raib Jadi Piutang untuk ‘Senior’ yang Identitasnya Disembunyikan

Aktualita · 1 Sep 2020 13:17 WIB ·

Jabat Sebagai Atdikbud Baru, Prof. Bambang Suryadi Wacanakan Beasiswa bagi Warga Mesir Belajar di Indonesia


Sertijab Atdikbud KBRI Kairo oleh Dubes RI untuk Kairo. (Sumber: Dok. Atdikbud KBRI Kairo) Perbesar

Sertijab Atdikbud KBRI Kairo oleh Dubes RI untuk Kairo. (Sumber: Dok. Atdikbud KBRI Kairo)

Informatikamesir.net, Kairo—Prof. Bambang Suryadi, Ph.D., Atase Pendidikan dan kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo yang baru mengungkapkan salah satu programnya, yaitu wacana pengadaan beasiswa bagi warga Mesir untuk belajar di Indonesia, sebagaimana yang dilakukan Mesir kepada mahasiswa Indonesia selama ini. Tentunya hal itu bekerja sama dengan universitas-universitas yang ada di Indonesia.

Atdikbud KBRI Kairo yang resmi menjabat setelah proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kairo, Helmy Fauzy, pada Ahad, (31/8), itu juga menyampaikan salah satu fokus programnya adalah memperkenalkan sistem pendidikan Indonesia di negara akreditasi tujuan, dalam hal ini Mesir.

Kegiatan Sertijab Prof. Bambang Suryadi, yang juga memiliki gelar ‘Guru Besar’ di Fakultas Psikologi UIN Jakarta, itu mereka laksanakan di Ruang Rapat Pimpinan KBRI Kairo, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Selain program di atas, Prof. Bambang juga menjelaskan beberapa program lain yang akan menjadi fokus dan prioritasnya. Dari segi pendidikan, ia ingin memfokuskan program-programnya dalam konteks penguatan pendidikan, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, seperti Sekolah Indonesia Kairo (SIC), serta ribuan mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo, tentu dengan berbagai macam dinamikanya.

Dari segi kebudayaan, yang menjadi fokus Prof. Bambang adalah pemaksimalan kegiatan kesenian, seperti Pencak Silat, Seni Tari,  dan sebagainya, termasuk program pengenalan dan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, dan juga penambahan Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo.

“Kalau diistilahkan, fokus dan prioritas kita adalah ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Itu adalah kata kunci kita. Dengan antusiasme selama ini dari warga Mesir mengenai kebudayaan Indonesia, maka saya yakin hal ini akan berjalan dengan lancar,” ujarnya kepada Informatika, Ahad, (31/8), di Halaman Kantor KBRI Kairo.

Atdikbud KBRI Kairo itu juga menambahkan, program-program yang akan ia jalankan tentu dengan penyesuaian terhadap pandemi COVID-19 saat ini. Penyesuaian itu akan ia usahakan dalam pelaksanaan, tanpa mengurangi esensi program tersebut.

Ketika ditanya oleh kru Informatika terkait kelanjutan program-program Atdikbud KBRI Kairo periode sebelumnya, Prof. Bambang menjawab ada beberapa program yang akan ia teruskan dengan menimbang, program tersebut masih sangat layak untuk diteruskan, dan sejalan dengan fokus programnya saat ini.

“Setelah saya baca memorandum terakhir, ada beberapa poin yang harus diteruskan. Seperti prodi Bahasa Indonesia di Al-Azhar, ketepatan masa studi mahasiswa, muadalah madrasah, (serta) peningkatan kualitas mahasiswa yang tentu ingin kita tingkatkan,” jelas Atdikbud KBRI Kairo yang baru itu.

“Kemudian ada Pending Issues dan Outstanding Issues yang perlu kita tindaklanjuti, termasuk komunikasi dengan PPMI (Mesir), Wihdah (PPMI Mesir), Senat, dan seluruh lembaga mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir,” lanjutnya.

Di akhir wawancara, Prof. Bambang menyampaikan, ia mengharapkan peran bersama dari para mahasiswa yang ada di Mesir untuk sama-sama bersinergi dalam dinamika yang ada.

“Karena saya fungsinya untuk melayani. Tapi tentu perlu dibangun mutual understanding (saling mengerti-Red), saling memahami, saling mengerti, saling membantu. Jadi kata saling itu adalah penggambaran dua belah pihak yang harmonis,” pungkas Prof. Bambang.

Reporter: Dandi Azhary Nasution

Editor: Defri Cahyo Husain

Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Administrator

Baca Lainnya

21 Peserta Summer Holy Days Setorkan 30 Juz Dalam Tempo 40 hari, Panitia: Kualitas Hafalan Jadi Tanggung Jawab Peserta.

24 September 2022 - 14:58 WIB

IMG 20220924 WA0056 85x85 - 21 Peserta Summer Holy Days Setorkan 30 Juz Dalam Tempo 40 hari, Panitia: Kualitas Hafalan Jadi Tanggung Jawab Peserta.

APBO PPMI Sentuh Angka EGP 988.980,50. Sesuaikah dengan Dana Kas Yang Ada?

23 September 2022 - 17:38 WIB

RAPBO ppmi mesir

Jika Markas PPMI Mesir Tidak Pindah, Wisma Nusantara Terancam Roboh?

29 August 2022 - 18:47 WIB

ppmi pindah rumah 85x85 - Jika Markas PPMI Mesir Tidak Pindah, Wisma Nusantara Terancam Roboh?

Tanpa Ujian Kemenag, Pemegang Ijazah Muadalah Dapat Langsung Daftar Kuliah di Al-Azhar

22 August 2022 - 18:30 WIB

vhjjgj 85x85 - Tanpa Ujian Kemenag, Pemegang Ijazah Muadalah Dapat Langsung Daftar Kuliah di Al-Azhar

Grand Syekh al-Azhar Tetapkan Dr. Salamah Dawud sebagai Rektor Baru al-Azhar, Berikut Profilnya

13 August 2022 - 12:02 WIB

WhatsApp Image 2022 08 13 at 18.59.04 85x85 - Grand Syekh al-Azhar Tetapkan Dr. Salamah Dawud sebagai Rektor Baru al-Azhar, Berikut Profilnya

Miftah Wibowo: Kairo 1925 Menjadi Kota Terbersih di Dunia, Sekarang Menjadi Kota yang Tak Terbayangkan

21 July 2022 - 21:32 WIB

WhatsApp Image 2022 07 22 at 04.18.59 85x85 - Miftah Wibowo: Kairo 1925 Menjadi Kota Terbersih di Dunia, Sekarang Menjadi Kota yang Tak Terbayangkan
Trending di Aktualita