by

Jabat Sebagai Atdikbud Baru, Prof. Bambang Suryadi Wacanakan Beasiswa bagi Warga Mesir Belajar di Indonesia

Informatikamesir.net, Kairo—Prof. Bambang Suryadi, Ph.D., Atase Pendidikan dan kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kairo yang baru mengungkapkan salah satu programnya, yaitu wacana pengadaan beasiswa bagi warga Mesir untuk belajar di Indonesia, sebagaimana yang dilakukan Mesir kepada mahasiswa Indonesia selama ini. Tentunya hal itu bekerja sama dengan universitas-universitas yang ada di Indonesia.

Atdikbud KBRI Kairo yang resmi menjabat setelah proses Serah Terima Jabatan (Sertijab) oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kairo, Helmy Fauzy, pada Ahad, (31/8), itu juga menyampaikan salah satu fokus programnya adalah memperkenalkan sistem pendidikan Indonesia di negara akreditasi tujuan, dalam hal ini Mesir.

Kegiatan Sertijab Prof. Bambang Suryadi, yang juga memiliki gelar ‘Guru Besar’ di Fakultas Psikologi UIN Jakarta, itu mereka laksanakan di Ruang Rapat Pimpinan KBRI Kairo, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Selain program di atas, Prof. Bambang juga menjelaskan beberapa program lain yang akan menjadi fokus dan prioritasnya. Dari segi pendidikan, ia ingin memfokuskan program-programnya dalam konteks penguatan pendidikan, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, seperti Sekolah Indonesia Kairo (SIC), serta ribuan mahasiswa yang belajar di Universitas Al-Azhar Kairo, tentu dengan berbagai macam dinamikanya.

Dari segi kebudayaan, yang menjadi fokus Prof. Bambang adalah pemaksimalan kegiatan kesenian, seperti Pencak Silat, Seni Tari,  dan sebagainya, termasuk program pengenalan dan pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing, dan juga penambahan Program Studi (Prodi) Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Kairo.

“Kalau diistilahkan, fokus dan prioritas kita adalah ‘Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan’. Itu adalah kata kunci kita. Dengan antusiasme selama ini dari warga Mesir mengenai kebudayaan Indonesia, maka saya yakin hal ini akan berjalan dengan lancar,” ujarnya kepada Informatika, Ahad, (31/8), di Halaman Kantor KBRI Kairo.

Atdikbud KBRI Kairo itu juga menambahkan, program-program yang akan ia jalankan tentu dengan penyesuaian terhadap pandemi COVID-19 saat ini. Penyesuaian itu akan ia usahakan dalam pelaksanaan, tanpa mengurangi esensi program tersebut.

Ketika ditanya oleh kru Informatika terkait kelanjutan program-program Atdikbud KBRI Kairo periode sebelumnya, Prof. Bambang menjawab ada beberapa program yang akan ia teruskan dengan menimbang, program tersebut masih sangat layak untuk diteruskan, dan sejalan dengan fokus programnya saat ini.

“Setelah saya baca memorandum terakhir, ada beberapa poin yang harus diteruskan. Seperti prodi Bahasa Indonesia di Al-Azhar, ketepatan masa studi mahasiswa, muadalah madrasah, (serta) peningkatan kualitas mahasiswa yang tentu ingin kita tingkatkan,” jelas Atdikbud KBRI Kairo yang baru itu.

“Kemudian ada Pending Issues dan Outstanding Issues yang perlu kita tindaklanjuti, termasuk komunikasi dengan PPMI (Mesir), Wihdah (PPMI Mesir), Senat, dan seluruh lembaga mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir,” lanjutnya.

Di akhir wawancara, Prof. Bambang menyampaikan, ia mengharapkan peran bersama dari para mahasiswa yang ada di Mesir untuk sama-sama bersinergi dalam dinamika yang ada.

“Karena saya fungsinya untuk melayani. Tapi tentu perlu dibangun mutual understanding (saling mengerti-Red), saling memahami, saling mengerti, saling membantu. Jadi kata saling itu adalah penggambaran dua belah pihak yang harmonis,” pungkas Prof. Bambang.

Reporter: Dandi Azhary Nasution

Editor: Defri Cahyo Husain

Comment

Berita Lainnya